Sapulidi12 berkesempatan untuk memaparkan hasil penelitian berjudul “Support System for the Development of a Learning Model Contained “MELESAT” Through Play-Based Project Activities to Improve the Problem-Solving Skills of Early Children” dengan ID Abstract: C3-5C-05, pada Konferensi PECERA, di Toyo University, Tokyo, Jepang pada tanggal 2-4 Agustus 2024. https://sites.google.com/view/pecera2024-tokyo/home








Penelitian ini menemukan bahwa dibutuhkan berbagai support system untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada anak usia dini, berupa: 1) model pembelajaran yang berpusat pada anak dengan pendekatan bermain melalui kegiatan proyek, 2) dukungan guru dan orang tua melalui pendekatan coaching saat berinteraksi dengan anak, 3) ketersediaan loose-parts sebagai bahan main proyek anak, 4) pemanfaatan buku cerita yang menantang minat anak, serta 5) dukungan kepala sekolah dan orang tua kepada guru dalam menyediakan bahan main dan buku cerita.
File pdf presentasi dapat diunduh melalui link: https://drive.google.com/file/d/1gQCfSV60aKiYY_IqcBuIo9ca6mXJEQPZ/view?usp=sharing
Saat kami presentasi, salah satu keynote speaker, Mrs. Sue Cherrington, Ph.D., New Zealand; terlihat menyimak dengan tekun. Karena saat presentasi kami memang tidak menjelaskan detail komponen MELESAT, tapi fokus pada detail penelitian, maka setelah selesai, di luar ruang presentasi, Mrs. Cherrington bertanya; “What is ‘Existence’ in MELESAT?” Kami jawab; “it shows indicators for moral ethics, religion, self-esteem, bodily kinesthetic”. Kemudian beliau menimpali; “Ah, ya! included citizenship and character, right?!”. Kemudian beliau tanya apa arti kata ‘MELESAT’ dalam bahasa Indonesia? Kami jawab; “blast! It’s like a rocket starting to blast”. Beliau berkomentar; “ah! You are so Creative!”. Akhirnya, buku itu pindah ke tangan beliau.


Semoga kelak kita bisa bertemu di New Zealand dengan penelitian “MELESAT” lainnya.